By niknik on January 8th, 2012
Untuk pertama kalinya di tahun 2012 aku kembali menapakkan kakiku di gedung biru nan megah ini, ada rasa yang tidak bisa kusembunyikan…lebih tepatnya adalah iri dengan mereka yang bisa setiap minggu bisa menyempatkan waktunya untuk bersama-sama duduk di majelis ilmu. <bersambung dulu>
By niknik on December 15th, 2011
JASA GURU
Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa
Kita jadi tau beraneka bidang ilmu dari siapa
Kita jadi pintar dididik pak guru
Kita bisa pandai dibimbing bu guru
Gurulah pelita penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara…….
Download

Jasa Guru
Jasa guruku tak terhingga
Aku tidak melupakannya
Banyakku dapat ilmu dari padanya
Jasanya ku kenang sampai bila-bila
Guruku mengenalkan ku pada Tuhanku
Rasul dan wali juga diberitakan
Para malaikat dan juga akhirat
Segala suratan Allah yang menentukan
Guruku mengajar berakhlak mulia
Berkasih sayang sesama manusia
Bertolong bantu dan juga bersatu
Berkorban berkhidmat menabur jasa
Guruku menanamkan cinta akhirat
Menyedarkan aku dunia sementara
Jangan lalai jangan terpesona
Bertaqwa sebagai bekalan ke sana
Aku berdoa kepada Tuhanku
Agar dosa guruku di ampunkan
Jasanya padaku diberi pahala
Di akhirat darjat guruku ditinggikan

Tags: guru, jasa guru
By niknik on December 12th, 2011
mbolang dihari Jum’at @ Sondokoro







Tags: Jum'at, Karanganyar, sondokoro, tebu, terapi ikan
By niknik on November 15th, 2011
secerah langit biru, seperti itulah hatiku sore ini (senin:read), tanya kenapa?? Hari ini aku bolos tidak masuk kedalam kejenuhan dan ketidakpastian. Hari ini serasa tak ada beban di hati inginnya senyum teruus… :smile: bukan senyum karena sedang jatuh cinta, tapi senyum sehari karena aku terbebas dari rasa kecanggungan, rasa tertekan dan yang pastinya hari ini aku bisa seutuhnya menjadi diri sendiri .
Read more
Tags: hujan
By niknik on November 6th, 2011
Kulayarkan kerinduan di lautan memori
Mengimbau kenangan indah yang menyentuh emosi
Masih segar di ingatan saat mesra berputik
Hadirmu bawa sinaran cahaya inspirasi
Read more
Tags: sahabat
By niknik on October 31st, 2011
Sudah seminggu absen dari rutinitas dan harus meluangkan waktu untuk memanjakan organ pencernaan(lambung), lagi-lagi sang lambung protes karena selama ini sedikit terabaikan dan terlupakan. Ya…kini terlamabat sudah aku menyadari bahwa lambung sangatlah berperan penting dalam aktivitasku sehari-hari. Sakiiit…itu yang kurasakan ketika aku tak menghiraukan isyarat bahwa lambungpun harus dimanjakan dengan makan yang teratur. Selalu kutunda waktu makan siangku, sarapanku, bahkan makan malampun terlambat. Sering kuabaikan nasihat ibu untuk mengurangi makan sambal yang terlalu banyak dan terlalu pedas. Ku langgar nasihat sepele itu “nduk jangan telat makan dan jangan kebanyakan makan sambal“. Read more
Tags: kesempatan, lambung, nikmat, sakit, sehat
By niknik on October 16th, 2011
Sekian lama setelah lulus kuliah dari bangku kuliah selama itu tak pernah pegang yang namanya PHP. Akhirnya di tidur siangku memimpikan yang namanya PHP dan akhirnya kutuangkan dalam sebuah dreamweaver. Kuingat-ingat kembali episode mimpi step by step dimana output program yang ada dalam mimpi itu seperti gambar dibawah ini…

ketika memasukkan angka akan muncul bulan yang sesuai. Misal input angka 1 akan muncul bulan Januari, input angka 2 akan muncul bulan Februari, dst. Tetapi program itu harus memakai yang namanya Read more
Tags: case of, IT, kuliah, php
By niknik on September 4th, 2011
Rambut panjang terurai, dengan pakaian ketat wow…kelihatan cantik dan menawan. ya…sungguh cantik apalagi cara jalan yang terkadang mengundang reaksi bermacam-macam. Itulah sebagaian dari gaya wanita. Sebagian besar wanita merasa bangga jika ada orang yang mengatakan “kamu cantik”, “kamu sexy”. Terkadang seorang wanita akan selalu mengikuti trend dan gaya baik berpakaian ataupun yang lainnya.
Jika sebagian wanita membaca hadist ini kira-kira apa ya rekasinya??
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِ فَُِا يِ أَهِمِ ان اَُّسِ نَىِ أَسَهُ اًَ قَىِوْ يَعَهُىِ سِيَاطٌ كَأَرْ اََبِ انْثَقَشِ يَضِشِتُى تِهَا ان اَُّسَ وَ سََِاءٌ كَاسِيَاخْ عَاسِيَاخْ يُ يًِلاَخْ
يَائِلاَخْ سُءُوسُهُ كَأَسِ حًَُِِ انْثُخِدِ انْ اًَئِهَحِ لاَ يَذِخُهْ انْجَ حََُّ وَلاَ يَجِذِ سِيحَهَا وَإِ سِيحَهَا نَيُىجَذُ يِ يَسِيرَجِ كَزَا وَكَزَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Atau Sepucuk Surat dari Allah Surat Al-Ahzab :59
“Hai Nabi,katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah di kenal, karena itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“(Al-Ahzab:59)
hemmm…pastinya banyak reaksi yang timbul dan banyak juga pertanyaan-pertanyaan.
1. Apakah aku sudah benar-benar menutup auratku?
2. Apakah aku termasuk wanita yang berpakaian tapi telanjang?
3. Apakah aku wanita yang tak bisa mencium baunya surga?
Pertanyaan diatas mungkin sudah bisa mewakili. Tapi yang terpenting adalah sama-sama yuk kita berbenah diri, menjalankan semua perintahNYA sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah. Tidak ada kata terlambat untuk membenahi semuanya.
Pada dasarnya wanita itu cantik, tapi akan terlihat anggun dan lebih cantik jika ia mau menutup auratnya.

Tags: Al-Ahzab 59, aurat, hadist shohih, wanita
By niknik on September 1st, 2011
Astaghfirullah hal Adzim
ya Allah ampunilah hamba yang masih lemah iman
Karena hamba belum bisa tegas dalam menegakkan syariatMu
Astaghfirullah hal Adzim
Ya Allah yang Maha Mengetahui
Setiap hari hamba selalu melakukan kesalahan yang sama
Setiap hari pula hamba menyesal dengan kesalahan yang sama
Setiap hari pula hambamu ini bingung dengan sikapnya
setiap hari pula hambamu ini terjerumus kedalam dosa yang sama
Ya..Allah…ketika dosa-dosa kecil ini kulakukan hampir setiap hari
ketika itupulalah semua menjadi biasa-biasa saja
Penyesalan seolah tak ada lagi, air mata seolah mengering
Ya..Allah, hamba melakukan kesalahan yang sangat besar
Semua dosa kecil ini sekarang menjadi hal biasa.
Ya Allah…berilah hamba kesempatan untuk memperbaiki semuanya
Berilah hamba kekuatan untuk bisa lebih tegas dalam menjalankan perintah-perintah-MU
Berilah hamba kesempatan agar hamba bisa beristiqomah dijalan-Mu
Astaghfirullah hal Adzim
Ampunilah segala dosa-dosaku ya Allah…..


Dosa kecil yang dilakukan setiap hari maka seiring berjalannya waktu dosa itu akan dianggap hal yang biasa saja….
Di malam penuh bintang
Di atas sajadah yang ku bentang
Sedu sedan sendiri
Mengadu pada Yang Maha Kuasa
Betapa naif diriku ini
hidup tanpa ingat pada-Mu
Urat nadipun tahu aku hampa
Di malam penuh bintang
Di bawah sinar bulan purnama
Ku pasrahkan semua
Keluh dan kesah yang aku rasa
Sesak dadaku menangis pilu
Saat ku urai dosa-dosaku
Dihadapan-Mu ku tiada artinya
Doa qalbu tak bisa aku bendung
Deras bak hujan di gurun sahara
Hatiku yang gersang
Terasa oh tenteram
Hanya Engkau yang tahu siapa aku
Tetapkanlah seperti malam ini
Sucikan diriku
Selama-lamanya
Di malam penuh bintang
Di atas sajadah yang ku bentang
Sedu sedan sendiri
Mengadu pada Yang Maha Kuasa
Betapa naif diriku ini
hidup tanpa ingat pada-Mu
Urat nadipun tahu aku hampa
Doa qalbu tak bisa aku bendung
Deras bak hujan di gurun sahara
Hatiku yang gersang
Terasa oh tenteram
Hanya Engkau yang tahu siapa aku
Tetapkanlah seperti malam ini
Sucikan diriku
Selama-lamanya
Doa qalbuku
{FIka Mulpa}
Tags: asstagfirullah, biasa, dosa
By niknik on August 31st, 2011
Kalau remidi saat kuliah…ah…itu biasa.. kok biasa? ya iyalah orang waktu kuliah dulu sering jadi tukang remidi, hehehe
Kalau yang ini remidinya lain dari yang aku alami waktu kuliah dulu, kok bisa?hemmm…gini nie ceritenye…
Ketika bulan ramadhan tiba menu favorit keluargaku adalah kolak pisang dan bakwan goreng, nah seperti hari yang sudah-sudah jika menjelang waktu berbuka aku dan adik perempuanku bergegas menuju dapur dan segera memasak makanan untuk keperluan buka puasa keluarga besarku. Kamipun berbagi tugas adik perempuanku bertugas untuk memasak sayur, sedangkan aku kebagian memasak kolak pisang dan menggoreng bakwan. Seperti biasa aku menyiapkan bahan-bahan kolak pisang antara lain:
2 buah pisang tanduk yg cukup besar, dipotong bulat
1 buah ubi jalar, dipotong kotak-kotak
400 ml santan cair
400 ml santan kental
150 gr gula jawa
1 sdm gula pasir
sedikit garam
Daun pandan
Sippp….semua bahan sudah siap tinggal langkah selanjutnya adalah memasaknya.
1. Masak gula jawa, gula pasir, garam dan daun pandan sampai mendidih.
2. Masukkan ubi jalar, masak sampai ubi 1/2 matang
3. Kemudian tambahkan pisang, didihkan kembali.
4. Terakhir masukkan santan kental.
5. Masak sampai mendidih sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah.
akhirnya kolak pisangpun matang juga, Nyamiiii. Tugas pertama selesai, tinggal melakukan tugas yang kedua yaitu menggoreng bakwan. Adonan pertama selesai digoreng dan sambil menunggu matang kubereskan parutan kelapa dan kusimpan sisa kelapa yang masih ½ untuk memasak kolak besok. Sewaktu membereskan tiba-tiba adik laki-lakiku yang berumur 7tahun(kelas3SD) datang sambil berkata “Mbak… aku bantuin marut kelapanya ya?”
ku jawab “Udah selesai tuh masak kolaknya, itu{sambil menunjuk kolak dipanci}”
huaaaaaaaaaaaaaaaa…..{adik kecilku nangis gulung-gulung}
Aduh…adikku sayang kenapa nangis?? {tanyaku sambil menenangkan adikku}
“Aku ingin bantuin marut kelapanya” {jawabnya sambil tetap nangis gulung-gulung}
Dalam hatiku aku berkata “kalau nagisnya 1jam bisa bersih dech lantainya J” <lol>
“Tapi kan kolaknya udah mateng” jawabku
“nggaaaaaaaaaaak pokoknya aku pengen bantu buat kolak”{sambil memegang kelapa dan alat parutan}
“Aduh…adikku sayang kan kolaknya udah mateng, kalau bantuin marutnya besok aja bagaimana?kan besok juga buat kolak lagi” {rayuku sambil memberikan harapan}
“Enggaaaaaaaaaaaaaaak, pokoknya Aku ingin bantuin marut kelapanya” {nangisnya semakin menjadi-jadi}
Aduh….gimana ini?? Kok Jadi gini?? hemmmm….IBUuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Help,Tolong aku! Aku tak bisa menenangkan adikku yang satu ini.
Ibupun datang “Kenapa ini?” tanyanya.
Belum aku angkat bicara menjelaskan perkara yang terjadi adikku sudah duluan ngejawabnya.
“Aku ingin bantuin marut kelapanya, tapi kolaknya udah mateng, aku ga’ akan maafin mbak kalau kolaknya ga’ dimasak ulang lagi..”{jawab adikku sambil tetap memegang parutan dan kelapanya sambil menangis gulung-gulung}
Jawab Ibu“tapi cah bagus…kolaknya kan udah mateng, kalau bantuinnya besok saja gimana?”
“Enggaaaaaaaaaaaaaaak, pokoknya Aku ingin bantuin marut kelapanya, aku ga’ akan maafin mbak kalau kolaknya ga’ dimasak ulang lagi..”{jawab adikku sambil tetap memegang parutan dan kelapanya sambil menangis gulung-gulung}
“Yo ga’ bisa ta cah bagus, kan kolaknya udah mateng”{jawab ibu}
“Enggaaaaaaaaaaaaaaak, pokoknya Aku ingin bantuin marut kelapanya, aku ga’ akan maafin mbak kalau kolaknya ga’ dimasak ulang lagi..”{jawab adikku sambil tetap memegang parutan dan kelapanya sambil menangis gulung-gulung}
Aduh….kok berat amat ya sampe ga’ dimaafin segala…
ah….mati gaya nich aku didepan ibu, tak bisa berkata…hufh… untung ibu mengerti pokok dari permasalahan. Mungkin jalan keluar yang terbaik menurut beliau adalah kembali memasak kolak pisang alias remidi…hahahahaha…
Akhirnya aku remidi kolak pisang, ku ulang semuanya dari awal kembali kusiapkan bahan-bahan untuk remidi dan tentunya dengan santan hasil parutan adikku..hahaha
Alhasil ada 2porsi kolak pisang yang satu masakan awal yang satunya lagi hasil dari remidi…….
Baru kali ini disuruh remidi masak kolak pisang…

Tapi rasanya enak kolak yang remidi….santannya lebih kental…nyamiiiiiiiiiiiii